Bavetline – Tidak dipungkiri, wanita Jepang rata-rata memiliki paras yang cantik dengan kulit putih bersihnya.Tak heran, jika gadis Jepang banyak diidam-idamkan para laki-laki, khususnya dari Indonesia. Tapi meskipun begitu, tapi wanita Jepang menyimpan banyak fakta yang sangat mencengangkan mengenai hal yang dianggap tabu di Indonesia. Ya, hal itu ialah keperawanan.

Keperawanan Hal Yang Memalukan
Sungguh mengejutkan mengetahui fakta gadis Jepang yang satu ini. Dalam sebuah survei, diperoleh hasil jika 50% gadis Jepang usia SMA sudah tidak perawan lagi. Bahkan jika kamu berkunjung ke Jepang, keperawanan seorang gadis adalah aib yang perlu dihindari. Industri video porno yang berkembang pesat di Jepang menjadi salah satu alasan mengapa keperawanan bukan lagi hal tabu di negara yang beribukota di Tokyo tersebut.

Melepas Keperawanan Saat SMA
Kalau disini masa SMA adalah masa yang paling indah, namun di Jepang itu adalah masa untuk melepas keperawanan. Menurut sebuah survey yang di adakan pada tahun lalu, sebanyak 57% gadis di Jepang sudah tidak di perawan lagi. Kehilangan keperawanan saat masih pacaran adalah hal yang wajar di Jepang , mungkin karena beberapa faktor seperti pergaulan yang sangat bebas di Jepang , dan berkembangnya industri film biru Jepang yang begitu pesat dengan bayaran yang tinggi.

Keperawanan Diberikan Ke Teman
Jika keperawanan adalah harta berharga yang harus di jaga dan di berikan kepada suami , berbeda dengan Jepang , sekitar 40% wanita di Jepang yang melepaskan keperawanan kepada teman mereka sendiri , dan seorang pria di Jepang minimal bisa mendapatkan harta berharga wanita sebanyak 3 – 4 kali.

Jomblo Bukan Masalah
Ternyata bagi gadis Jepang status jomblo bukan aib yang perlu ditakuti. Berbeda dari drama Jepang yang berkisah mudahnya para pemuda Jepang jatuh cinta, wanita Jepang yang sesungguhnya justru sangat susah untuk jatuh hati kepada pasangannya.

Wanita Jepang Pemalu
Wanita Jepang terkenal pemalu, bahkan bukan hanya dengan orang yang baru dia kenal. Di Jepang wanita tak jarang sering menutup mulutnya ketika tertawa. Bagi beberapa lawan bicara, mungkin ini terlihat seperti sikap ketidak tulusan, namun sebenarnya tidak demikian.
( dk’zaL )